Tampilkan postingan dengan label Realita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Realita. Tampilkan semua postingan

5 Hal yang Tak Bisa Dibeli dengan Uang

Hampir semua orang di dunia ini butuh uang. Dengan uang kita bisa membeli barang yang kita butuhkan. Namun demikian tidak semua bisa kita dapatkan dengan uang semata. Berikut ini adalah 5 hal yang tak akan kita dapatkan hanya dengan uang:

1. Kebijaksanaan: Uang bisa digunakan untuk membeli buku dan mendapatkan pendidikan yang tinggi, namun kebijaksanaan tidak dapat dibeli dengan uang. Kebijaksanaan diperoleh dari pengalaman hidup dan nasihat orang terdahulu kita. Seringkali justru uang membuat perilaku seseorang menyimpang dan kehilangan nurani.

2. Harga diri: Uang dapat menaikkan gengsi. Dengan uang mobil mewah, rumah besar, dan pakaian yang mahal yang meningkatkan status dapat dibeli dengan uang. Namun uang bukanlah ukuran harga diri. Justru karena uang, begitu banyak orang yang rela menurunkan harga dirinya.

3. Kebahagiaan: Uang dapat memuaskan seseorang dengan segala hal yang ia mau dan suka. Namun justru uang seringkali membuat hidup seseorang tidak tenang dan kehilangan kebahagiaan.

4. Sahabat: Uang dapat membuat seseorang memiliki banyak teman dan pengikut. Kebanyakan orang pasti senang bila memiliki teman yang kaya raya dan rajin mentraktir. Namun sahabat sejati justru diperoleh saat seseorang dalam keadaan susah dan dia selalu setia mendukung secara moril.

5. Cinta: Seseorang yang kaya raya dan banyak uang dapat dengan mudah menarik orang yang disukainya untuk menjadi kekasihnya. Ada begitu banyak orang yang memilih kekasih berdasarkan uang, dan bahkan banyak orang yang rela kehilangan cinta sejatinya demi uang. Cinta sejati tak akan pernah dapat dibeli dengan uang. Cinta sejati amatlah mahal harganya karena sulit ditemui dimanapun. Oleh karena itu sangat berbahagialah orang yang memilikinya.

KRL Jakarta-Bogor

Kereta listrik masih menjadi salah satu alat transportasi yang sangat diminati karena tarifnya yang murah dan perjalanannya yang cepat. Saya sendiri sudah sering naik KRL Jakarta-Bogor terutama masa kuliah dulu. Saya bahkan memiliki kebiasaan unik sampai sekarang, ketika saya sedang jenuh atau suntuk biasanya saya berjalan-jalan naik kereta. Memang ada apa sih di kereta? Tidak ada apa-apa, hanya saja ada beberapa hal yang dapat dipelajari dari perjalanan dengan kereta.

1. Waspada
Wah, kalau naik kereta kita akan belajar bagaimana caranya berwaspada. Bagaimana tidak, meleng sedikit dompet bisa hilang! Saya sudah pernah kehilangan dompet dan hp waktu naik kereta :-(

2. Realita
Ada begitu banyak pemandangan memprihatinkan saat di kereta. Saya pernah melihat orang yang tidak memiliki kaki melangkah dengan menyeretkan tubuhnya ditopang dengan tangannya. Ada lagi seoarang pengemis buta yang dituntun oleh anaknya yang masih kecil. Ada yang mengemis ada pula yang yang mencari uang dengan membersihkan sampah dengan meletakkan dirinya di bawah kaki para penumpang. Semua pemandangan itu seharusnya akan meningkatkan kepekaan sosial kita terhadap sesama.

3. Bersyukur
Melihat realita kehidupan yang sebenarnya di kereta akan membuat kita selalu bersyukur karena diberi kehidupan yang lebih baik.

4. Semangat
Orang-orang dengan penampilan memprihatinkan di kereta memiliki semangat luar biasa dalam menghadapi kehidupan. Hati saya sangat pilu ketika melihat anak usia sekolah yang membersihkan sampah yang ada di kaki penumpang. Bila ada sampah berupa kertas koran atau sobekan buku, dia menyempatkan dirinya sejenak membaca potongan kertas itu dan terlihat bibirnya mengeja bacaan itu.

5. Respek
Ketika naik kendaraan umum, kita akan belajar respek terhadap orang yang lebih tua atau pihak yang lebih lemah untuk memberikan tempat duduk. Setidaknya itu adalah hal kecil yang seringkali tidak dipraktekkan.

Apakah Kamu Lebih Pintar dari Anak Kelas 5 SD?!

Hari Sabtu kemarin sekitar jam tujuh malam saya melihat acara variety show di Global TV yang berjudul "Are You Smarter Than 5th Grader". Acara ini sangat unik karena menampilkan sosok orang yang sangat pintar dan sukses namun harus menjawab soal-soal ujian sekolah dasar.

Yang menarik dari kuis ini adalah beban mental yang harus dialami peserta kuis karena bisa saja dia ditertawakan bila tidak bisa menjawab soal anak kelas satu sampai lima tingkat sekolah dasar. Tokoh yang tampil kemarin adalah seorang Manajer sebuah perusahaan minyak milik asing. Dalam kuis ini dia berhasil mengumpulkan hadiah senilai 50 juta dari total 100 juta. Tantowi Yahya yang menjadi pemandu acara berkata bahwa pencapaian ini adalah sebuah rekor. Jadi bayangkan bagaimana orang-orang sebelumnya yang tidak berkutik ketika dihadapkan pada pertanyaan yang mudah dan di bawah level mereka.

Pelajaran yang berharga dari acara ini adalah bahwa kita harus berbesar hati mengakui ketidakmampuan kita. Seberapa besar dan hebat seseorang, namun tetap saja ia memiliki keterbatasan. Tidak percaya? Coba saja tanyakan seorang profesor matematika soal-soal IPS tingkat SD! Semakin tinggi pendidikan seseorang tidak selalu menunjukkan luasnya ilmu pengetahuan mereka, tetapi justru semakin menunjukkan spesialisasi ilmu yang mereka dalami.

Ketika seseorang mengakui keterbatasannya, justru saat itulah ia menunjukkan kebesarannya. Orang yang sok tahu hanya menunjukkan kekerdilan pikirannya. Lagipula orang-orang yang berhasil mencapai kesuksesan bukan hanya karena banyaknya ilmu yang ia miliki, tetapi seberapa besar kemauannya untuk terus belajar dan belajar.

Dimanakah Rumahmu Dik?

Jaket tebal melindungi tubuh ini dari dinginnya malam
Sepanjang perjalanan kepala tertunduk lesu dan bibir pun bisu
Angin bertiup kencang sekali seakan ingin menumbangkan pepohonan
Terang bulan dan lampu jalanan bertanding melawan kegelapan

Mengapa kau tidur di situ dik?
Apakah tanah dan rerumputan cukup mampu menghangatkanmu?
Tak dengarkah kau teriakan kulit tipismu?
Terbuat dari apakah batu di kepalamu sehingga engkau merasa nyaman bersandar?

Ah, kamu membuat saya malu
Malu karena tak bisa berbuat apa-apa
Terpaku melihat tubuh kecil tertidur pulas
Terharu memandang ekspresi wajah polosmu

Dimanakan rumahmu dik?
Apakah orang tuamu tak mencari?
Tak kehilangan muridkah guru sekolahmu?
Kemanakah dan bersama siapakah temanmu bermain?

Yah, kamu membuat saya bangga
Kulitmu lebih tebal dari jaket yang saya kenakan
Hatimu lebih tegar dari pecundang kehidupan
Senyummu lebih tulus dan indah dari wanita berhati dua

Semoga langit malam ini baik kepadamu
Bila melihatmu pastilah ia berhenti menitikkan air mata
Dan kemudian menyambutmu di pagi hari
Lalu bersama mentari mengajakmu bermain sepanjang hari
 

Design in CSS by TemplateWorld and sponsored by SmashingMagazine
Blogger Template created by Deluxe Templates